Home / Tazkiyatunnafs / Istighfar, Rumus Langitan Dalam Al-Qur’an

Istighfar, Rumus Langitan Dalam Al-Qur’an

Rumus Langitan Itu Bernama Istighfar

Betul sekali, Allah ‘Azza wa Jalla lebih menyukai muslimin yang kuat, kuat ruhiyahnya juga kuat jismiyahnya. Berangkat dari ini, pastilah pribadi kita mengharapkan agar selalu diberi kesehatan supaya dapat maksimal dalam menjalankan ibadah. Tapi luar biasanya di dalam Al Qur’an memberikan resep kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam jikalau mereka menginginkan badan sehat, kuat dan terbebas dari berbagai penyakit maka perbanyaklah istighfar, iya, dengan memperbanyak istighfar. Allah berfirman dalam surat Hud: 52.

وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ

Dan (dia  Hud berkata): “Hai kaumku, beristighfarlah -mohon ampun- kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras kepadamu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”

Ketika penat pikiran seakan berat terasa, pusing memikirkan biaya hidup, tertekan dengan masalah dalam keluarga serta problem lainnya hanya ketenangan dan kekhusyu’an hati yang mampu menjadi pelipurnya. Mari kita buka kembali kitab Allah Al Qur’an Al Azhim pada surat Hud: 3

وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥ…

Dan hendaklah beristighfar -meminta ampun- kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. 

Pada sisi yang lain, sebagai manusia yang dhoif pastilah kita menginginkan hidup kita terhindar dari bencana dan terjaga dari fitnah. Masya Allah, perhatikan dengan iman dan ilmu, Al Qur’an memberikan tips agar manusia terhindar dari bencana dan fitnah adalah dengan memperbanyak istighfar. Sekali lagi, iya dengan istighfar. Allah berfirman [lihat surat Al Anfal: 33]

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَأَنتَ فِيهِمۡۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka (senantiasa) beristighfar -meminta ampun-“

Ulama kita –ahlussunnah- menyampaikan bahwa kesabaran yang paling berat adalah sabar untuk menghindari dosa atau maksiat. Siapakah gerangan manusia yang mampu lepas dari kemaksiatan, maka tiadalah berlebihan saat ulama kita mengatakan hal seperti tertulis di atas.  Dalam salah satu “surat cinta” yang diturunkan dari langit ke tujuh, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman [lihat surat Al Muzzammil: 20]

…فَٱقۡرَءُواْ مَا تَيَسَّرَ مِنۡهُۚ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗاۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرٗا وَأَعۡظَمَ أَجۡرٗاۚ وَٱسۡتَغۡفِرُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمُۢ

maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sungguh dahsyatnya kalimat istighfar. Dari perkara zhohiriyah dan batiniyah Allah memberikan resep kepada kita agar memperbanyak istighfar kepada-Nya. Barangsiapa yang ingin mencari ketenangan dan ketentraman hati maka perbanyaklah istighfar, barangsiapa yang menginginkan senantiasa diberikan kesehatan perbanyaklah istighfar, barangsiapa yang menginginkan dijaga dari bencana dan fitnah perbanyaklah istighfar dan barangsiapa yang ingin dosa-dosanya diampuni maka perbanyaklah istighfar. Masya Allah, itulah rumus kehidupan yang turun dari langit.

Inilah Kekuatan Istighfar

Salah satu istri Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, ibunda ‘Aisyah, pernah berkata kepada kaum muslimin,“beruntunglah orang yang mendapati dalam lembar catatannya istighfar yang banyak”. Ingatlah juga nasehat dari salah seorang ulama salaf, Imam Hasan Al Bashri memberikan nasehat kepada kaum muslimin, “perbanyaklah istighfar kalian di rumah, di jalan, di pasar dan majlis-majlis kalian. Sebab kalian tidak tahu kapan ampunan Allah akan turun.” Siapa yang ingin sukses dunia akhirat perbanyaklah istighfar.

 

Dicelah-celah waktu kosong, perjalanan dari  rumah ke kantor atau dari kantor ke rumah jangan pernah kosong dari istighfar. Saat kita berada di rumah jangan habiskan waktu kita hanya untuk melakukan hal yang kurang bermanfaat. Sibuklah dengan istighfar dan segeralah memperbanyak istighfar. Hatta, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, pernah bersumpah bahwa beliau selalu istighfar setiap harinya sebanyak 70 kali [riwayat Imam Bukhori] 100 kali [riwayat Imam Muslim].

Dalam surat Nuh Allah ‘Azza wa Jalla menceritakan bahwa Nabi Nuh, menjelaskan kepada kaumnya bahwa siapa yang banyak istighfar Allah akan memberikan berbagai solusi terhadap persoalan hidup. Kala itu kaum Nuh menghadapi paceklik kesulitan air, sulit punya anak, sulit mendapat harta, keringnya ladang-ladang pertanian serta sungai-sungai yang mengering karena kemaksiatan yang mereka lakukan, Nabi Nuh mengatakan perbanyaklah istighfar [lihat surat Nuh: 10-12]. Inilah rahasia istighfar yang banyak diketahui kaum muslimin namun sedikit yang diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengamalkannya, Masya Allah.

Buah dan Manfaat Istighfar

Ketahuilah, para Nabi dan Rasul mereka senantiasa beristihgfar kepada Allah ‘Azza wa Jalla, padahal mereka semua ma’shum. Juga apakah kita tahu bahwa para malaikat pun senantiasa beristighfar kepada Rabb mereka. Tidakkah kita mau mengikuti mereka.? Salah satu ciri orang bertaqwa calon penghuni jannah yang dihiasi dengan mata air yaitu seorang muslim yang membiasakan diri beristighfar pada akhir malam, Wabil Asharihum Yastaghfiruun [Adz Dzariyat: 18].

Banyak istighfar menjelang fajar, coba kita praktikkan ibadah ini pastilah indah luar biasa, Masya Allah. Waktu malam itu dibagi menjadi tiga waktu. Pertama disebut Muqoddimatul lail atau awal waktu malam dimulai dari isya’. Kedua pada tengah malam sampai menjelang akhir malam. Dan ketiga, Tsululul lail atau sepertiga malam, itulah waktu yang paling afdhol digunakan untuk tahajjud. Ingat, beda antara Qiyammul Lail dengan Tahajjud. Maksud dari Qiyamul Lail yaitu dimulai dari isya’ dan dilanjutkan dengan sholat sunnah tanpa dimulai dengan tidur [Lihat Al Muzzammil: 6-20]. Sedangkan jika kita ingin tidur sejenak satu atau dua jam atau istirahat sekedarnya misalkan, kemudian kita bangun melakukan sholat itu namanya tahajjud [Lihat Al Isra’: 79-81].

Dan inilah yang sering dilupakan oleh kaum muslimin kebanyakan. Terdapat waktu singkat tapi penuh manfaat menjelang fajar, sekitar 30 menit. Taruhlah waktu sholat shubuh sekarang pukul 4.30 WIB maka sekitar pukul 4.00 WIB atau 4.05 WIB, itulah waktu سَحْرٌ  )sahr( yang dimaksudkan pada surat Adz Dzariyat: 18. Waktunya disebut dengan سَحَرٌ (saharun) jamaknya adalah  أَسْحَارٌ(ashaarun), aktifitas yang dilakukan bernama سَحُوْرٌ (sahuur). Subhanallah, saat ini Allah memudahkan kita untuk bisa memasuki waktu sahar ini dengan datangnya bulan Romadhon. Alangkah sayang sekali kalau kita sia-siakan waktu itu tanpa ada bentuk ibadah di dalamnya.

Mari kita perhatikan sunnahnya, ada amalan calon penghuni taman surga yang jika tiba waktu sahar ini, dia telah melakukan tahajjud lalu dia isi dengan banyak beristighfar kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan hebatnya ini amalan mudah yang bisa kita lakukan di bulan Romadhon ini. Kalimat istighfar pada Adz Dzariyat: 18, itu dibentuk dengan kata jamak, Wabil Ashaarihum Yastaghfiruun, pada ayat ini menggunakan kata bi bukan menggunakan fi. Sungguh beda maknanya jika menggunkan fi dan bi.

Dalam kaidah bahasa arab fi digunakan untuk menunjuk pada suatu keadaan atau suatu tempat, misal wa fil ashaarihum yastaghfriuun maka maknanya adalah “dan dalam waktu keadaan sahar dia beristighfar”. Tapi kalau menggunkan bi itu bil mushohabbah. Mushohabbah itu artinya benar-benar dia intai dan tidak mau lepas darinya. Jika menggunakan fi, mungkin malam ini dia bangun tapi besok harinya tidak atau sebaliknya, tapi kalau menggunakan kata bi, dia tidak mau ketinggalan, dia ingin lekat dengan waktu itu. Dia akan melihat kapan waktu shubuhnya, “saya harus tahajjud saya harus istighfar.” Jadi seakan-akan Al Qur’an mengilustrasikan bahwa ada calon penghuni taman surga yang sangking inginnya masuk ke dalamnya dia tidak ingin kehilangan peluang di waktu sahar.

Kita bisa saksikan muslim yang hebat, ada orang ketinggalan sholat fardlu perasaannya biasa saja tapi ada orang-orang kehilangan ibadah sunnah, ia betul merasa gelisahnya luarbiasa, “ya Allah terlambat saya, salah saya.” Masya Allah dia bilang salah padahal itu ibadah sunnah yang kalaupun dia tidak mengerjakan dia tidak berdosa. Tapi sangking inginnya melakukan ibadah sunnah dia merasa kehilangan dan merasa bersalah.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, Adz Dzariyat: 18 menggunakan kata jamak, maka jangan lakukan sendirian, bangunkan istri anda bangunkan juga anak-anak. Setelah semuanya melakukan sholat coba duduk bermuhasabah (intropeksi diri) mohon ampun kepada Allah. Inilah yang paling indah jika bermuhasabah bersama-sama, sang Ayah mulai bermuhasabah “barangkali Ayah belum tentu hidup esok hari, selama ini beraktifitas bekerja, menata rumah tangga, Ayah mungkin banyak salahnya, tolong dikoreksi mumpung kesempatan masih ada. Ayah mohon kepada Allah semoga kesalahan Ayah diampuni, kalau dipanggil saat ini tolong kalian jaga betul keluarga, jaga rumah tangga, juga jaga ibadah.” Masya Allah, tidakkah saat paling indah ketika itu.

Ibu mulai merespon, “Ibu juga minta maaf kalau selama ini belum bagus dalam membimbing rumah tangga, merawat dan menjaga kehormatan rumah tangga, Ibu minta maaf.” Tidak ada hal paling indah ketika anak yang paling bungsu mengatakan, “ya Allah tolong maafkanlah nanda yang belum bisa menjadi anak yang solih, belum bisa membahagiakan orangtua kami, ampuni dosa kami ya Allah.” Semuanya menangis larut dalam tangisan, masya Allah maka berlaku Hadits Qudsi yang langsung diriwayatkan oleh 31 orang sahabat senior.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَه

Dari Abu Hurairah Rodhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: Rabb Kami, Pemberi Berkah, Yang Maha Kuasa, turun setiap malam hingga ke langit yang paling dekat dengan kita (langit dunia) pada akhir 1/3 malam dan Dia berfirman; Sesiapa yang berdoa kepadaKu, akan Aku Kabulkan. Sesiapa yang meminta sesuatu dariKu, akan Kuberikan. Sesiapa yang memohon kemapunan kepadaKu, akan Aku ampunkan. (Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.)

Perhatikan hadits di atas, sesiapa yang memohon ampun maka dia akan diampuni seketika itu juga. Tidak ada yang paling indah jika satu keluarga besar diampuni oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Kebanyakan manusia luput dari ini, amupunan itu ternyata satu diantara tanda cinta Allah ‘Azza Wa Jalla. Jadi ketika Allah sudah cinta pada seorang hamba yang pertama diberikan bukanlah dunia tapi mengampuni dosanya. [lihat Qur’an surat ‘Ali Imran: 31]

Saat Allah mencintai hamba, maka akan diampuni semua dosa-dosa yang pernah melekat padanya. Yuk bangun malam dan raihlah waktu sahar, lakukan ibadah-ibadah di atas pastilah anda akan merasakan perbedaan, silahkan rasakan bedanya dan pasti akan merasakan bedanya. Terakhir, manfaat istighfar bukan hanya mengantarkan hamba ke taman surga, perhatikan betul, orang yang paling luarbiasa yang seringkali beristighfar itu doanya akan cepat dikabulkan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Berkata Ibnul Qoyyim, “kalau anda punya waktu sempit tapi permohonannya sangat banyak maka dahulukan istighfar. Karena ketika anda beristighfar cinta Allah datang. Kalau Allah sudah cinta jangankan minta sebelum minta sudah diberikan.

Itulah rumus langitan yang terdapat dalam Al Qur’an, mari perbanyak istighfar dalam ibadah kita karena istighfar tidak hanya mengantarkan pada kemuliaan akhirat tapi bisa mendatangkan keistimewaan dunia. Wallahu A’lam.

Oleh  Ust Arhab Yusuf

About pptqluha

Check Also

Kapal Besar Tawakkal

Selain sebagai cahaya, keimanan juga merupakan kekuatan. Seorang manusia yang berhasil mendapatkan keimanan yang hakiki …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *