Home / KABAR PESANTREN / Like Father, Like Son

Like Father, Like Son

Anak adalah amanah terberat yang Allah ‘azza wa jalla titipkan pada seorang ayah dan ibu. Jikalau mereka tepat dan disiplin dalam mendidik, merawat, menjaga serta membesarkan anak, pastilah anak tersebut akan tumbuh menjadi generasi Robbani, bi idznillah. Namun sebaliknya, apabila mereka lengah, atau malah memanjakan, tidak perhatian dalam kasih sayang juga pendidikan, hal yang tidak diingini seorang ayah dan ibu susah untuk dihindari, naudzubillah.

Karena demikian, baik buruknya seorang ayah dan ibu dalam mendidik anak akan mereka rasakan dampaknya di dunia maupun di akhirat nantinya. Ada satu ayat yang biasa diucapkan oleh kaum muslimin dalam setiap doanya. Ayat tersebut pun sangat familiar ditelinga kita semua, [lihat surat Al Furqon: 74]  ada di juz 19 lembar ke 3 bagian depan, posisi dibawah.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.

Memiliki anak yang menyenangkan bila dipandang, (Qurrota A’yun) bukan hanya sekedar anak yang berprestasi dalam nilai akademik belaka tapi lebih mengarah kepada prestasi yang mulia, yaitu menjadi keluarganya Allah ‘azza wajalla. Didiklah anakmu untuk berbakti kepada Allah, niscaya ia akan berbakti kepadamu. Ajari ia untuk menjaga adab dan akhlaq saat bersujud kepada Nya, niscaya ia akan menjaga adab dan akhlaq kepada anda. Arahkan anakmu pada kemulian Jannah Nya, niscaya ia akan mengajakmu kesana.

Dalam catatan singkat, “Jika kamu malas dalam mengahafal Qur’an, maka ingatlah kedua orangtuamu di rumah. Mereka telah bersusah payah mencari rezeki demi kamu. Jangan pernah lupa doakan keduanya karena orangtua juga sesalu berdoa yang terbaik untuk kamu. Maka, jangan pernah bermalas-malas. Doakan orangtua agar menyertaimu bertemu dengan Allah.” Demikian adalah motivasi sederhana dari Ananda Abdul Jabbar Rosyiddin bin Sudarmadi, asal semarang.

Seperti apa seorang ayah dalam mendidik dan membentengi anak-anaknya maka seperti itulah hasil yang akan dinikmati. Dengan izin Allah ‘azza wajalla, Ananda Rosyidin berhasil menyelesaikan hifzhul qur’an, tepatnya pada hari Kamis, 16 November kemarin. Terlukis pada wajahnya senyuman penuh rasa haru dan syukur atas rezeki yang Allah berikan padanya. Mukanya memerah, matanya berkaca-kaca bibirnya pun bergerak tak beraturan seakan hendak menyampaikan untaikan kalimah toyyibah, Alhamdulillah.

Barakallahu laka, teruntuk Ananda Rosyidin bin Sudarmadi atas prestasi mulia yang telah dicapai. Semoga Allah senantiasa menjaga hizhul qur’an ananda dan menjadikan ananda sebagai pemuda islam yang senantiasa siap membela syariat Allah ‘azza wa jalla. Aamiin.

Direktur PPTQ Luqman Al Hakim

Ustadz Syamsudin Rosyad, Hafizhullahu Ta’ala

About pptqluha

Check Also

Air Mata Kemuliaan, Ibu-Ibu Pedagang

Dewasa ini, banyak orangtua berbondong-bondong “mengantarkan” anaknya menjadi pengahafal Qur’an. Bahkan kini, dari TPQ sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *